Sumbawa, JEJAK LEMTARI.com— Puluhan jamaah umrah diduga menjadi korban penipuan oleh oknum agen travel. Hingga kini, keberangkatan yang telah dijanjikan berulang kali sejak Desember 2025 tak kunjung terealisasi, meski para jamaah mengaku telah melunasi seluruh biaya umrah.
Andi Rusni yang akrab disapa Andys selaku perwakilan jamaah, menegaskan bahwa permasalahan ini bukan berasal dari pihak PT/ travel umroh melainkan murni akibat ulah oknum agen yang tidak menyetorkan dana jamaah secara penuh ke perusahaan travel.
“Travel Umroh siap memberangkatkan jamaah, tapi menunggu dana masuk secara penuh. Jamaah sudah bayar lunas ke agen, tapi agen belum melunasi ke PT/ Travel yang disebut selama ini oleh agen tersebut,” jelas Andi Rusni, Minggu (1/2/2026).
Menurutnya, dari total 31 jamaah, oknum agen ini baru menyetorkan Rp5 juta per jamaah ke pihak travel, jauh dari jumlah yang seharusnya dilunasi 100 persen. Itupun baru setorkan pada tanggal 30 Januari 2026 padahal sejumlah jamaah ada yang sudah melunasi biaya umroh sejak Bulan Agustus 2025, tapi kenapa baru menyetorkan ke Pihak Travel DP Rp.5 Juta per Jamaah pada 30 Januari 2026 ???
Akibat kondisi tersebut, jadwal keberangkatan jamaah terus mengalami penundaan. Tercatat, jamaah dijanjikan berangkat pada 2 Desember, mundur ke 23 Desember, dan 28 Desember 2025, kemudian mundur lagi ke 12 Januari dan mundur ke 22 Januari, dan 31 Januari 2026. Terakhir, agen kembali menjanjikan keberangkatan pada 10 Februari 2026.
Namun pada pertemuan terakhir tanggal 31 Januari 2026, oknum agen tidak mampu memberikan jaminan konkret terkait kepastian keberangkatan tersebut. “Agen hanya memberikan jaminan secara lisan, sementara jamaah sudah tidak mau lagi menerima janji tanpa kepastian,” ujar Andys.
Jamaah pun meminta jaminan berupa barang atau uang, namun permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi oleh agen. Akibatnya, sebuah mobil milik agen disita oleh jamaah sebagai bentuk jaminan sementara.
Di hadapan jamaah, Andi Rusni juga menghubungi langsung Owner dan Direktur travel tersebut. Pihak perusahaan menyatakan tidak berani menjamin keberangkatan jamaah apabila dana jamaah dari agen tidak dilunasi paling lambat Rabu, 4 Februari 2026.
“Kalau sampai tanggal 4 Februari dana dilunasi penuh oleh agen, maka jamaah berpeluang diberangkatkan pada 10 Februari 2026. Semua tergantung komitmen agen,” tegas Andys.
Saat ini, para jamaah masih menunggu itikad baik dari oknum agen. Jika kembali gagal, jamaah mempertimbangkan untuk menempuh langkah hukum guna memperjuangkan hak mereka.
hs/red

